Resep Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara

Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara
Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara


Saya masih ingat kata ibu saya sewaktu beliau menceritakan tentang Resep Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara, konon kata nya dahulu yang bisa makan masakan ini hanyalah raja-raja batak saja. Ditumbuk dengan menggunakan lesung kayu dan tidak boleh berlama-lama agar aroma dari daun ubi (daun singkong) ini tetap harum menyebabkan makanan ini sangat dirindukan oleh para perantau yang asal nya dari Sumatera Utara. Kalau di daerah Tapanuli Selatan atau di Padang Sidempuan makanan ini dicampur dengan ikan sale (ikan yang diasapin sampai beberapa lama) ataupu ikan asin khas Sibolga yang sangat terkenal sampai ke mancanegara dan ditemani dengan sambal tuk-tuk khas batak. 
Resep Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara ini memerlukan sedikit waktu yang lumayan lama, karena harus ditumbuk terlebih dahulu di lesung kayu di campur dengan kecombrang dan tekokak/rimbang/buah pipit. Bagi bunda yang ingin mencoba nya berikut ini saya berikan resep Daun Ubi Tumbuk khas Sumatera Utara.

Tekokak/Rimbang/Buah pipit
Tekokak/Rimbang/Buah pipit


Kecombrang/Kincung
Kecombrang/Kincung

Bahan: 


500 ml santan encer
1 btg serai, memarkan
100 g daun singkong, tumbuk halus di lesung kayu (lebih baik)
30 g tekokak, tumbuk
2 lbr kecombrang, tumbuk
300 ml santan kental
Bumbu Halus:
3 bh bawang merah
3 bh cabai merah
1 cm jahe
3 cm kunyit
1 cm lengkuas
2 sdt garam

Cara Membuat Resep Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara
1. Didihkan santan encer, serai, dan bumbu halus sambil diaduk.
2. Tambahkan daun singkong, tekokak, kecombrang, masak sampai matang.
3. Tambahkan santan kental, lalu masak sambil diaduk hingga kuah berminyak. Sajikan.
5 porsi 35 menit
Tips:
- Masukkan daun singkong tumbuk saat santan sudah mendidih supaya daun singkong tetap berwarna hijau cerah.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Resep Daun Ubi (Singkong) Tumbuk Khas Sumatera Utara

2 komentar:

Posting Komentar